Minggu, 17 Desember 2017

MENUJU KE LAUT



Kami telah meninggalkan engkau,
tasik yang tenang, tiada beriak, diteduhi gunung yang rimbun
dari angin dan topan
Sebab sekali kami terbangun
dari mimpi yang nikmat :

“Ombak ria berkejar-kejaran
di gelanggang biru bertepi langit
Pasir rata berulang dikecup,
tebing curam ditantang diserang,
dalam bergurau bersama angin,
dalam berlomba bersama mega.”

Sejak itu jiwa gelisah, Selalu berjuang, tiada reda,
Ketenangan lama rasa beku, gunung pelindung rasa penggalang.
Berontak hati hendak bebas, menyerah segala apa mengadang.
Gemuruh berderau kami jatuh, terhempas berderai mutiara bercahaya,
Gegap gempita suara mengerang, dahsyat bahna suara menang.
Keluh dan gelak silih berganti, pekik dan tempik sambut menyambut

Tetapi betapa sukarnya jalan,
badan terhempas, kepala tertumbuk, hati hancur, pikiran kusut,
namun kembali tiadalah ingin, ketenangan lama tiada diratap

Kami telah meninggalkan engkau,
tasik yang tenang, tiada beriak,
diteduhi gunung yang rimbun
dari angin dan topan
Sebab sekali kami terbangun
dari mimpi yang nikmat



Judul Abaimaida News:MENUJU KE LAUT
Terima Kasih sudah membaca Pelabuhan Emaiyeida saya semoga bermanfaat,silahkan beri komentar tentang Pelabuhan Emaiyeida yang saya tulis,beri solusi jika ada kesalahan,beri Informasi jika Pelabuhan Emaiyeida saya ada Unsur Copy/Paste dari blog sobat.saya akan berkunjung balik ke blog sobat dengan jejak komentar yang sudah sobat tinggalkan,Jika ingin share ulang Pelabuhan Emaiyeida ini gunakan link sumber Pelabuhan Emaiyeida di bawah ini

Posting Komentar

Abaimaida City : Pelabuhan Emaiyeida | Copy Mokai @ ABAIMAIDA NEWS